Prinsip – Prinsip Kesuksesan

Persiapan yang baik dan lengkap lebih menjamin kesuksesan dan menghindarkan kita dari semua hambatan yang mungkin menghadang kita. Begitu juga, sebelum kita memulai perjalanan menuju kesuksesan, kita harus melakukan persiapan psikologi. Persiapan psikologi yang dimaksudkan adalah prinsip – prinsip keunggulan dan kesuksesan. Prinsip keunggulan adalah dasar kesuksesan yang paling utama. Prinsip kesuksesan merupakan landasan atau fondasi atas pandangan kita terhadap hidup dan pilihan kita. Prinsip ini akan mendorong kita meuju sasaran yang telah ditetapkan. Dr. Wiliam James, Ahli Psikologi terkenal di Amerika menyatakan bahwa pada saat memulai sesuatu, prinsip kesuksesan adalah jaminan kesuksesan itu sendiri. Prinsip kesuksesan menentukan apakah kita akan bahagia atau akan sedih, sukses atau gagal. Prinsip ini menentukan arah dan masa depan kita. Ia merupakan sumber inspirasi yang kuat. Apabia anda memilih jenis prinsip kesuksesan, prinsip itu akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Untuk itu, kita harus waspada dalam memilih prinsip yang tepat dan bisa mendorong kita menuju kesuksesan. Ingatlah, apabila seseorang percaya terhadap prinsip yang dipegangnya maka tidak akan ada sesuatu yang tidak bisa dilakukannya. Beberapa prinsip dasar keunggulan dan kesuksesan itu antara lain :

  1. Semua kejadian adalah terbaik bagi kita.
  2. Kalau saya mau, saya pasti bisa.
  3. Masa lalu tidak sama dengan masa datang.
  4. Tidak ada kesuksesan yang dicapai secara gratis.
  5. Tidak ada kegagalan. Yang ada hanyalah keberhasilan yang tertunda.
  6.  Saya bertanggung jawab atas semua tindakan saya.
  7. Tidak ada sukses, tanpa pembinaan pribadi.

Kita harus berpikir ke arah positif, yabg baik dan yang sukses. Jika anda berusaha dengan gigih, peluang kesuksesan pasti ada. Hal yang paling penting anda harus mengikuti pengetahuan muktahir dan informasi terbaru untuk meningkatkan wawasan anda. Di zaman yang serba instan dan bergerak semakin cepat ini, semua orang ini mencari jalan singkat untuk menuju sukses . Sebenarnya tidak ada jalan singkat untuk menuju kesuksesan. Faktanya, tidak ada jalan pintas menuju sukses dan sukses itu harus dicapai selangkah demi selangkah.

Di zaman yang serba instan dan bergerak semakin cepat ini, semua orang ingin mencari jalan yang singkat untuk menunju sukses. Sebenarnya tidak ada jalan singkat untuk kesuksesan. Faktanya, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Sukses harus dicapai selangkah demi selangkah tetapi karena perubahan zaman yang pesat, banyak sarana pendukung disertai informasi yang dapat dikumpulkan dengan mudah, maka untuk mencapai sukses, waktu pencapaiannya bisa lebih cepat.

Di zaman yang serba instan dan bergerak semakin cepat ini, semua orang ingin mencari jalan yang singkat untuk menunju sukses. Sebenarnya tidak ada jalan singkat untuk kesuksesan. Faktanya, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Sukses harus dicapai selangkah demi selangkah tetapi karena perubahan zaman yang pesat, banyak sarana pendukung disertai informasi yang dapat dikumpulkan dengan mudah, maka untuk mencapai sukses, waktu pencapaiannya bisa lebih cepat.

Saya yakin dengan dukungan sarana telekomunikasi berupa handphone dan internet, penerbangan yang murah untuk menjangkau jarak yang jauhnya ribuan mil, penggunaan sarana transaksi jarak jauh, adanya bantuan lembaga-lembaga perbankan dan dukungan finansial yang semakin mudah, maka seseorang akan mampu mencapai target-target bisnisnya dengan angka-angka bisnis yang besar nilainya dalam waktu singkat. Jika sepuluh tahun atau lima belas tahun yang lalu kita hanya dapat menawarkan produk kepada orang lain dengan jangkauan lokasi dan waktu yang sangat terbatas, maka saat ini dengan hanya sekali klik, promosi anda sudah dapat diakses secara online oleh jutaan orang melalui e-mail. Profil prodik anda atau jasa jasa anda, spesifikasi teknisnya, cara pembayaran dan harga diskonnya, dan sebagainya, semua tampak di layar. Beberapa dekade yang lalu orang masih kesulitan bagaimana membeli saham suatu perusahaan, maka asal perusahaan itu go public dan listed, maka saat ini hanya dengan tidur-tiduran di rumah, anda dapat memantau “pergerakan” pialang saham anda bekerja untuk anda. Selain itu untuk membayar atau menerima pembayaran dahulu orang harus antri ke bank dengan suasana yang kadang pengap dan kurang tertib, maka saat ini anda hanya cukup bermain sms, segalanya beres. Dahulu orang pergi haji harus naik kapal laut yang memakan waktu hingga berbulan-bulan, faktanya sekarang banyak biro perjalanan haji yang menawarkan hanya dalam waktu seminggu, tanpa mengurangi rukun dan syarat haji yang sah. Saat ini masalah waktu, lokasi dan semua sarana transaksi sudah bukan lagi menjadi kendala, apa lagi yang menghalangi anak muda untuk mencapai puncak kesuksesan dan kejayaan ?
Sebagai bagian dari alam, kita semua dipengaruhi oleh hukum-hukum alam yang memang ada. Barang siapa yang hidup mengikuti atau sesuai dangan hukum-hukum alam ini, maka kita akan akan merasa tenang, senang, dan bahagia. Sebaliknya, orang yang mencoban melawan atau menentang hukum-hukum alam akan hidup dalam kegelisahan, tekanan, dan penuh kegagalan. Untuk itu kita harus mengetahui dan mencoba untuk menyesuaikan diri terhadap hukum-hukum ini agar hidup kita lebih sehat, kaya, dan bahagia. Terdapat 5 hukum alam yang paling penting, yaitu

1. Hukum Sebab-Akibat
Hukum ini memberi tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita, baik dari segi material maupun non-material, pasti ada asal usulnya. Ia tidak akan terhadi begitu saja. Contohnya, jika seseorang jatuh sakit, itu pasti ada penyebabnya. Orang itu miskin juga pasti ada asal-usulnya. Dengan kata lain, kita harus selalu waspada pada semua pemikiran, perasaan, dan tindakan kita, karena semua ini bisa membuat kita jatuh sakit, bangkrut, dan gagal. Ingat, pemikiran adalah penyebabnya, sedangkan lingkungan yang terjadi adalah akibatnya. Ini sejalan dengan ajaran islam, bahwa Allah SWT akan mengikuti yang manusia sangkakan kepadanya. Apabila ia berpikir bahwa Allah SWT akan menolongnya, maka pasti ia akan ditolong. Sedangkan apabila ia berprasangka buruk terhadap takdir Allah, maka itu pula yang terjadi.

2. Hukum Tarik-Menarik
Sebenarnya setiap orang adalah magnet kuat yang dapat menarik orang-orang yang berpikiran sama denganya. Positif akan menarik positif dan negatif akan menarik negatif. Maka, jika anda ingin sukses, berpikirlah positif tentang sukses terlebih dahulu, maka banyak orang yang berpikiran sama dan datang kepada anda untuk membantu anda mencapai kesuksesan. Di dalam Islam, larangan kita bergaul dengan orang yang berperilaku kufur dan jahat sangatlah ditekankan. Muslim dilarang bersahabat dengan orang yang tidak beriman. Juga adanya ketentuan dalam perkawinan, bahwa orang yang berperilaku buruk tentu akan menjadi pasangan hidup bagi yang fasik pula.

3. Hukum Pengharapan
“As you think, so you are.” Anda adalah hasil dari pemikiran anda sesuatu yang anda harapkan dengan penuh keyakinan akan berlangsung dengan lancar. Anak-anak kita akan hidup mengikuti harapan kita. Kalau anda memberitahu anak anda bahwa dia adalah anak yang pandai. Dia akan mencoba hidup mengikuti harapan anda, sebaliknya, kalau anda mengatakan kepada anak anda, “kamu sangat bodoh.” Dia pun akan hidup seperti orang bodoh yang anda harapkan. “Allah SWT sungguh akan mengikuti persangkaan hamba-hambanya”, demikian Al-Quran mengajarkan.

4. Hukum Vakum
Alam adalah Seimbang, jika terjadi vakum (kekosongan), dengan sendirinya dia akan terisi lagi untuk menjaga keseimbangan. Apabila kita sering memberi sedekah, banyak orang akan mendapat manfaatnya, dan juga, dan jangan lupa pada saat anda memberi orang sedekah, terjadi kevakuman dalam diri anda, dan itu akan cepat terisi. Sebagai contoh apabila anda membuka lemari pakaian, anda menemukan banyak baju lama yang sudah tidak terpakai lagi. Pada saat anda memutuskan untuk memberikannya kepada orang lain, maka tidak lama kemudian, lemari baju anda akan terisi dengan baju-baju baru lainnya. Mengapa ? karena anda telah menciptakan keadaan “vakum” untuk diisi oleh “baju-baju baru”. Ingat, alam sama sekali menolak kekosongan. Alam akan selalu akan menjaga keseimbangan. Didalam Islam, kekayaan wajib disucikan melalui sedekah, baik berupa zaqat, infaq maupun sedekah biasa. Hal itu merupakan manifestasi dari ketundukan manusia terhadap penciptaNya.

5. Hukum Getaran
Di dunia ini, semua makhluk hidup termasuk tumbuhan, mengeluarkan getarannya masing-masing. Pikiran manusia juga merupakan suatu jenis getaran. Orang sukses memiliki getaran orang sukses, sedangkan orang gagal memiliki getaran orang gagal. Kalau ingin sukses, anda harus meningkatkan pikiran anda ke tahap orang sukses, baru anda mencapai kesuksesan.
Sebagai contoh sebelum anda membeli mobil berwarna kuning emas, anda jarang memperhatikan bahwa mobil-mobil dengan warna ini ada di jalanan, tetapi bila anda telah memiliki mobil dengan warna itu, anda akan menemukan banyak sekali mobil yang berwarna demikian di jalanan. Demikian juga kalau anda ingin berpenghasilan Rp 100 juta sebulan, anda harus meningkatkan getaran anda ke tahap itu, agar anda seakan-akan bisa “melihat”, “merasakan” dan akhirnya memperolehnya.

Sumber :  Buku Muda Kaya Raya Mati Masuk Surga  Karangan : Hasyim Abdullah

Bersikap Terbuka dan Selalu Tampak Gembira

“Jadilah orang yang gembira. Jangan memikirkan kegagalan hari ini, tapi pikirkan sukses yang mungkin datang di hari esok. Anda bisa jadi mendapatkan tugas yang sulit, tapi Anda akan sukses jika tekun dan gigih, dan merasakan kesenangan dalam mengatasi hambatan. Ingatlah, tidak ada hal yang sia-sia untuk meraih sesuatu yang indah” – Helen Keller

Perilaku dan kebiasaan yang kita tunjukkan sehari-hari akan menentukan ke mana kita akan berada nantinya. Orang yang selalu tertutup dan tidak pernah merasa gembira dalam hidupnya, maka ia adalah orang yang paling malang. Bukanlah mobil mewah, uang banyak, jabatan tinggi dan kecantikan yang membuat seseorang bahagia. Kebahagiaan, kegembiraan dan keceriaan, semua itu datang daridalam diri, dan hati kita masing-masing. Bersikap terbukalah pada orang lain, maka mereka akan lebih menghargai kita. Berpikirlah selalu positif, maka itu akan membuat kita menjadi lebih rileks dan jauh dari khawatir.Tebarkan senyuman, dan ramah padasetiap orang, itu akan mencerminkan pribadi yang kita miliki.

Sumber : http://www.asianbrain.com

Ambisi dan Mimpimu Adalah Samudra

“Aku peringatkan kalian terhadap kata ‘nanti’,karena kata ini telah banyak menjebak para pelaku untuk terhalang dari kebaikan dan menunda-nunda proses perbaikan diri”(Ulama).Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan jika kita tidak memulainya sekarang dan hanya menunggu. Curahkanlah seluruh tenaga dan pikiran untuk melakukan pekerjaan dan kesempatan yang bisa dilakukan saat ini. Lakukanlah tugas sebaik-baiknya selama kita memiliki waktu. Jangan membiarkan waktu berlalu, dan sia-sia. Ambisi dan mimpimu adalah samudra. Meski kadang terjadi pasang surut, tapi takkan pernah surut airnya.    Oleh sebab itu, bersemangatlah selalu, meski perkerjaannya sekecil apapun. Jangan pernah menunda-nunda apa yang bisa dilakukan hari ini. Ingatlah, engkau insan manusia yang luar biasa. Hindari selalu menunggu motivasi untuk bergerak, tetapi bergeraklah sekarang juga dan dirimu akan termotivasi dengan sendirinya.    Setiap insan manusia dilahirkan luar biasa. Kita semua sebenarnya diberi kemampuan dan potensi yang besar dan hebat. Oleh sebab itu, kembangkanlah setiap potensi yang ada semaksimal mungkin, dan gunakan dengan tepat, agar bermanfaat bagi sebanyak umat. (Sumber : admin@asianbrain.com)

Quantum Vision (Belajar Dengan Alam dan Manusia yang Telah Mengalami Quantum Leaps)

Ketika orang berpikir bahwa elektron adalah sebuah partikel titik kecil yang padat dengan massa dan muatan tertentu, mereka tidak memahami fenomena quantum leap ( loncatan kuantum) yang dilakukan oleh elektron.  Apakah itu quantum leap ?  Bayangkan seorang melempar bola-bola tenis ke dinding secara berulang-ulang. Pengalaman inderawi kita tentu mengatakan, bola-bola tersebut tentu akan terpantul kembali. Kemungkinan lain, bila pelemparan tersebut teramat keras (dengan tenaga Pukulan Peremuk Tulang, Chinmi, Kungfu Boy atau dengan tenaga Tapak Budha, Sembilan Benua, Tapak Sakti) dinding akan jebol dan bola tenis dapat melewati dinding tersebut. Agak sulit dibayangkan dengan apa yang kita anggap sebagai “akal sehat”, bahwa bola dapat melewati dinding, sedangkan baik dinding maupun bola dalam keadaan utuh.  Mungkinkah ini terjadi ?  Mekanika klasik menjawab : tentu tidak. Namun, Fisika Modern khususnya Mekanika Kuantum, memberikan jawaban yang positif  terhadap pertanyaan ini. Dan inilah yang disini kita sebut dengan nama “Quantum Leaps “ . Dalam terminologi probabilistik, rumusan Erwin Schrodinger  ( yakni persamaan Schrondinger)  yang terkenal mengatakan bahwa “ probabilitas bola dapat menerobos dinding tanpa keduanya terluka tidak nol, walaupun teramat kecil “ . Adalah Ivar Giaever dan John Fisher yang mencoba untuk menyaksikan kebenaran quantum leaps ini dalam alam elektron. Agar diperoleh probabilitas yang tinggi, digunakan elektron yang kecil dan jumlahnya teramat banyak. Sedangkan yang merepresentasikan dinding dalam eksperimen mereka adalah lapisan isolator yang tebalnya tidak lebih dari 10 mm diantara di antara dua metal. Dan terbuktilah fenomena  quantum leaps.

Adalah hal yang menarik untuk dicatat bahwa baik Ivar  Giaever ataupun John Fisher bukanlah ahli fisika eksperimental yang sudah berpengalaman. DR Giaever adalah insinyur mesin yang bekerja di General Electric, yang kemudian tertarik untuk belajar fisika. Sebuah koran di Oslo menuliskan “ Master in billiards and bridge, almost flunkd physics-gets Nobel prize”, ketika DR. Giaever menerima hadiah nobel untuk penemuannya. DR Giaever sendiri menambahkan, ia tidak hanya jatuh dalam fisika, pada saat kuliah, namun juga dalam matematika. Cerita Giaever ini bisa menjadi suatu model buat kita, bagaimana seseorang yang kuliahnya tersendat-sendat dan kurang mengerti fisika dapat memenangkan hadiah nobel, hanya karena pandangan optimisnya dan pengembangan naluri instink keingintahuan yang tidak kenal lelah dan tidak kenal waktu. Keputusan yang diambil oleh Giaever saat mengambil Ph.D course dalam fisika pada usia tiga puluhan ternyata membawa hasil. Ia mengalami pula quantum leap,  menerobos jajaran teratas hirarki para fisikawan dunia dan menggondol nobel. Satu persoalan kecil buat kita, bagaimana proses terjadinya quantum leap,  sehingga ia benar-benar bisa menjadi kenyataan ? Dan apakah kita termasuk makhluk –makhluk yang beruntung mendapat anugerah quantum leap untuk mencapai prestasi kemanusian tertentu hingga kita bisa memberikan manfaat pada human kind dan humanity ? Ini adalah suatu pertanyaan penting yang mengawali filosofi Quatum dalam belajar yakni apa yang diperlukan oleh manusia, sebagaimana bagian-bagian alam lain yang telah mengalami quantum, agar dapat mengalami quantum dalam pengetahuan, kemampuan dan sikap hidupnya ?  Pertanyaan selanjutnya, bagaimana agar seseorang, setelah mengalami pendidikan yang mengaktualisasikan potensi dirinya  melakukan quantum, benar-benar dapat melakukan terobosan-terobosan dan loncatan-loncatan ke arah yang benar dan baik dalam lingkungan pekerjaannya ?

Pertama,  belajar dari elektron, semakin kecil sesuatu semakin mudah untuk melakukan terobosan quantum. Belajar dari DR. Giaever, semakin kecil “ego” seseorang dan semakin kecil “keyakinan” seseorang akan kehebatan dirinya, semakin besar kemungkinannya untuk mengalami quantum. Seseorang yang telah merasa cukup, merasa bahwa dirinya memiliki satu kelebihan ketimbang yang lain akan tertutup dari kemungkinan mengalami loncatan prestasi yang hakiki.

Kedua,  belajar dari penjelasan Richard Feynman tentang fenomena ketidakpastian Heissenberg yang telah dikutip diatas, pandangan bahwa elektron adalah titik partikel yang padat membuat kita bisa memahami fenomena kuantum, tapi bila kita memandang elektron dari awal sebagai suatu fenomena yang bukan titik partikel yang padat  kita akan bisa memahaminya dengan baik. Quantum bukanlah suatu ketidakpastian, ia menjadi ketidakpastian bila kita memandang sesuatu yang mengalami quantum sebagai suatu partikel yang padat dan masif. Bila kita memandang manusia (termasuk diri kita sendiri) hanya dari proses belajar representatif yang rasional, bila kita memandang manusia 100% hanya dari faktor-faktor material dan inderawi, sulit buat kita untuk mengharapkan terjadinya quantum  dalam diri kita. Manusia bukanlah suatu partikel yang padat dan pendiktean-pendiktean setiap saat. Namun, manusia adalah suatu gelombang kemungkinan untuk mencapai hal-hal tertinggi yang bisa dicapai oleh seluruh mahkluk. Suatu lingkungan diskusi yang aman dari celaan, suatu kebersamaan tim yang hangat, sikap-sikap yang memanusiakan manusia dan menghargai prestasi –prestasi individual maupun tim. Itulah syarat-syarat perlu terjadinya suatu loncatan quantum dalam kepribadian seseorang.

Ketiga,  belajar dari Peter F. Drucker tentang “knowledge societies”  dalam buku beliau “ The Post Capitalist Society “ , “ In The knowledge society people have to learn how to learn. Indeed, in the knowledge society subjects may matter less than the students, capacity to continue learning dan their motivation to do so”.  Filosofi quantum yang bisa kita ambil disini yakni  belajar, memang manusia harus belajar terus menerus dan memperbarui diri terus-menerus.  Dan itu adalah instink alamiah manusia, terus maju dan menyempurnakan diri. Mengambil istilah M. Sadruddin dari Shiraz yang dikenal dengan nama Mulla Sadra, seluruh alam maupun manusia selalu mengalami gerakan menyempurna terus-menerus. Adapun dalam gerakan penyempurnaan pengetahuannnya ia mengalami quantum, itu mungkin-mungkin saja. Bahkan, apabila seseorang kembali ke instink naluriahnya sebagai seorang realis yang mengharapkan kesempurnaan, anugerah quantum itu benar-benar akan terjadi.

Maka para pekerja quantum selalu belajar, belajar dan belajar. Selalu menghargai orang lain, menghargai dan menghargai. Selalu menghargai waktu dan menikmati proses belajar. Hingga anda benar-benar akan mengalami loncatan quantum

Sumber : Dimitri Mahayana, Menjemput Masa Depan,  PT  Remaja Rosdakarya,  1999

 

 

 

Memaknai Arti Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya. Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar. Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun.Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya. Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya. Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali. Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal. Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya. Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya. Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut. Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah, apapun bentuknya.Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya.